Efektivitas Allicin Bawang Putih terhadap Fusarium oxysporum f. sp. raphani pada Lobak In Vitro: Systematic Literature Review

Penulis

  • Najwa Luthfiah Khanza Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.1402

Kata Kunci:

Allicin, Allium sativum L., Fusarium oxysporum f. sp. raphani, Raphanus sativus, antifungal activity

Abstrak

Penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. raphani merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman lobak karena menyerang sistem pembuluh tanaman dan menyebabkan penurunan produktivitas. Penggunaan fungisida sintetis masih menjadi metode utama pengendalian, namun memiliki keterbatasan seperti resistensi patogen dan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian berbasis agen hayati seperti allicin dari Allium sativum L. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas allicin sebagai agen pengendali hayati terhadap F. oxysporum f. sp. raphani melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan systematic literature review berdasarkan 18 artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik yang mengelompokkan hasil penelitian ke dalam aspek aktivitas antifungi, mekanisme kerja, dan efektivitas konsentrasi allicin. Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional yang terindeks pada database ilmiah terpercaya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa allicin memiliki aktivitas antifungi yang signifikan terhadap Fusarium spp. melalui mekanisme penghambatan enzim berbasis gugus sulfihidril (-SH), peningkatan stres oksidatif, serta kerusakan membran sel jamur. Efektivitas allicin dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak dan metode ekstraksi yang digunakan. Namun, kajian spesifik terhadap F. oxysporum f. sp. raphani masih terbatas sehingga menunjukkan adanya kesenjangan penelitian. Kesimpulannya, allicin berpotensi sebagai agen pengendali hayati yang ramah lingkungan dalam menghambat pertumbuhan F. oxysporum f. sp. raphani. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pengendalian penyakit tanaman berbasis senyawa alami yang lebih berkelanjutan

Referensi

Agbenin, O. N., & Marley, P. S. (2006). In vitro assay of some plant extracts against Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici causal agent of tomato wilt. Journal of Plant Protection Research, 46(3), 215–220.

Agrios, G. N. (2005). Plant pathology. Elsevier.

Agustini, F., Bagus, I., Darmayasa, G., & Arpiwi, N. L. (2022). Potensi ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) dalam menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum acutatum. Simbiosis, 2, 211–222.

Aji, O. R., & Rohmawati, Y. (2020). Antifungal activity of Morinda citrifolia leaf extracts against Fusarium oxysporum. Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity, 4(1), 20–26.

Astuti, W., & Widyastuti, C. R. (2017). Pestisida organik ramah lingkungan pembasmi hama tanaman sayur. Rekayasa, 14(2), 115–120.

Borlinghaus, J., Albrecht, F., Gruhlke, M. C., Nwachukwu, I. D., & Slusarenko, A. J. (2014). Allicin: Chemistry and biological properties. Molecules, 19(8), 12591–12618.

Cho, J. S., Seo, Y. C., Yim, T. B., & Lee, H. Y. (2013). Effect of nanoencapsulated compounds on Fusarium oxysporum f. sp. raphani. International Journal of Molecular Sciences, 14(2), 4283–4297.

Diana, N., & Khotimah, S. (2014). Penghambatan Fusarium oxysporum menggunakan ekstrak bawang mekah. Protobiont, 3(2), 225–231.

Fahdi, F., & Sari, H. (2022). Formulasi salep antifungi ekstrak bawang putih terhadap Trichophyton mentagrophytes. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 5(1), 165–178.

Hayat, S., Cheng, Z., Ahmad, H., Ali, M., Chen, X., & Wang, M. (2016). Garlic antifungal potential and allicin variability. Frontiers in Plant Science, 7, 1235.

Jusriadi, J., Mutmainah, M., Balosi, F., & Nensi, T. S. (2023). Biofungisida tanaman terhadap Alternaria porri. Fruitset Sains, 11(5), 348–356.

Manna, H. M., Hamz, E., & Sorour, E. (2023). Eco-friendly biocontrol of Fusarium spp. using Allium sativum. Middle East Journal of Agriculture Research, 12(2), 363–371.

Netzel, M. E. (2020). Garlic: Functional bioactive compounds. Foods, 9(11), 1544.

Nurdiana, D., & Fatimah, R. (2018). Fungisida terhadap Fusarium oxysporum. JAGROS, 1(1), 22–30.

Purwantiningsih, T. I., Rusae, A., & Freitas, Z. (2019). Antibacterial activity of garlic extract. Sains Peternakan, 17(1), 1–4.

Rusdy, A. (2010). Mortality effect of garlic extract. Jurnal Floratek, 5(2), 172–179.

Shang, A., Cao, S. Y., Xu, X. Y., Gan, R. Y., Tang, G. Y., Corke, H., & Li, H. B. (2019). Bioactive compounds of garlic (Allium sativum L.). Foods, 8(7), 246.

Sulfianti, S., Mangarengi, Y., & Idrus, H. H. (2023). Antibacterial activity of garlic extract. Fakumi Medical Journal, 3(11), 870–879.

Yusuf, R., et al. (2024). Effect of allicin on Fusarium oxysporum f. sp. raphani. (In vitro study).

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Khanza, N. L. (2026). Efektivitas Allicin Bawang Putih terhadap Fusarium oxysporum f. sp. raphani pada Lobak In Vitro: Systematic Literature Review. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 8(01), 356–367. https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.1402

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.