Analisis Deskriptif dengan Kombinasi AI Hubungan Kadar Kreatinin dengan Jenis Kelamin pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di RS. Boedjasin Tahun 2026

Penulis

  • Putri Nur Riani Politeknik Kesehatan Borneo Citra Medika, Pelaihari, Indonesia
  • Ratih Indah Sari Politeknik Kesehatan Borneo Citra Medika, Pelaihari, Indonesia
  • Yuvita Yuvita Politeknik Kesehatan Borneo Citra Medika, Pelaihari, Indonesia
  • Yolanda Yolanda Politeknik Kesehatan Borneo Citra Medika, Pelaihari, Indonesia
  • Ijul Ijul Politeknik Kesehatan Borneo Citra Medika, Pelaihari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53863/kst.v8i02.2463

Kata Kunci:

gagal ginjal kronik, kadar kreatinin, jenis kelamin, fungsi ginjal, cross-sectional

Abstrak

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap sehingga menyebabkan akumulasi zat sisa metabolisme, termasuk kreatinin, dalam darah. Kadar kreatinin serum merupakan salah satu parameter laboratorium yang digunakan untuk menilai fungsi ginjal. Secara fisiologis, jenis kelamin diketahui memengaruhi kadar kreatinin karena perbedaan massa otot, namun pada pasien GGK hubungan tersebut masih belum menunjukkan hasil yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar kreatinin dengan jenis kelamin pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Hadji Boejasin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis pasien GGK di RSUD Hadji Boejasin. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U karena data kadar kreatinin tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro–Wilk. Dari 59 responden, sebanyak 31 pasien (52,5%) berjenis kelamin perempuan dan 28 pasien (47,5%) laki-laki. Rata-rata kadar kreatinin serum adalah 9,25 ± 6,30 mg/dL. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan bahwa rata-rata kadar kreatinin pada perempuan (9,55 mg/dL) sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki (8,91 mg/dL), namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik (p = 0,434). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kadar kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Hadji Boejasin. Peningkatan kadar kreatinin pada pasien GGK lebih mencerminkan derajat penurunan fungsi ginjal dibandingkan dengan perbedaan biologis berdasarkan jenis kelamin

Referensi

Awdishu, L., Maxson, R., Gratt, C., Rubenzik, T., & Battistella, M. (2025). KDIGO 2024 clinical practice guideline on evaluation and management of chronic kidney disease: A primer on what pharmacists need to know. American Journal of Health-System Pharmacy, 82(12), 660–671. https://doi.org/10.1093/ajhp/zxaf044

Delanaye, P., Björk, J., Christensson, A., et al. (2021). A step forward for estimating GFR in clinical practice. Kidney International, 100(4), 729–731. https://doi.org/10.1016/j.kint.2021.06.032

Hill, N. R., Fatoba, S. T., Oke, J. L., et al. (2020). Global prevalence of chronic kidney disease: A systematic review and meta-analysis. PLoS ONE, 15(7), e0237091. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0237091

Inker, L. A., Eneanya, N. D., Coresh, J., et al. (2021). New creatinine- and cystatin C-based equations to estimate GFR without race. New England Journal of Medicine, 385(19), 1737–1749. https://doi.org/10.1056/NEJMoa2102953

Kalantar-Zadeh, K., Jafar, T. H., Nitsch, D., Neuen, B. L., & Perkovic, V. (2021). Chronic kidney disease. The Lancet, 398(10302), 786–802. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00519-5

Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. (2024). KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney International, 105(4 Suppl.), S117–S314.

Levey, A. S., Titan, S. M., Powe, N. R., Coresh, J., & Inker, L. A. (2020). Kidney disease, race, and GFR estimation. Clinical Journal of the American Society of Nephrology, 15(8), 1203–1212. https://doi.org/10.2215/CJN.12791019

National Kidney Foundation. (2021). KDOQI Clinical Practice Guideline for Nutrition in Chronic Kidney Disease: 2020 Update. American Journal of Kidney Diseases, 76(3 Suppl. 1), S1–S107.

Pottel, H., Björk, J., Rule, A. D., et al. (2023). Cystatin C-based equation to estimate glomerular filtration rate without race and sex. New England Journal of Medicine, 388(4), 333–343. https://doi.org/10.1056/NEJMoa2203769

Stevens, P. E., & Levin, A. (2021). Evaluation and management of chronic kidney disease: Synopsis of the KDIGO guideline. Annals of Internal Medicine, 174(9), 1314–1321.

United States Renal Data System. (2024). USRDS 2024 Annual Data Report: Epidemiology of Kidney Disease in the United States. National Institutes of Health.

World Health Organization. (2023). Noncommunicable diseases: Key facts. Geneva: World Health Organization.

Cai, X., et al. (2025). Association between creatinine biomarkers and chronic kidney disease: A population-based study. Frontiers in Medicine

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-18

Cara Mengutip

Riani, P. N., Sari, R. I., Yuvita, Y., Yolanda, Y., & Ijul, I. (2026). Analisis Deskriptif dengan Kombinasi AI Hubungan Kadar Kreatinin dengan Jenis Kelamin pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di RS. Boedjasin Tahun 2026. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 8(02), 613–622. https://doi.org/10.53863/kst.v8i02.2463

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.