Analisis Perbandingan Biaya Metode Ferosemen dan Bata Ringan Tipe Autoclaved Aerated Concrete (AAC) pada Konstruksi Rumah Tipe 50 di Kabupaten Kediri

Penulis

  • M. Asrin Universitas Gresik, Gresik, Indonesia
  • Bana Ervadius Universitas Gresik, Gresik, Indonesia
  • Nazilatus Sa'idah Universitas Gresik, Gresik, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53863/kst.v8i02.2366

Kata Kunci:

Ferosemen, Autoclaved Aerated Concrete (AAC), Analisis Biaya, Rencana Anggaran Biaya, Rumah Tipe 50.

Abstrak

Peningkatan harga material bangunan dan upah tenaga kerja menyebabkan biaya pembangunan rumah terus meningkat, sehingga diperlukan metode konstruksi alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengurangi kualitas bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan biaya konstruksi pekerjaan dinding menggunakan metode ferosemen dan metode konvensional dengan bata ringan tipe Autoclaved Aerated Concrete (AAC) pada pembangunan rumah tipe 50 di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan pendekatan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) sesuai dengan SNI 2024. Data penelitian meliputi gambar kerja rumah tipe 50, volume pekerjaan, koefisien kebutuhan material dan tenaga kerja, serta harga satuan material dan upah yang berlaku di Kabupaten Kediri. Analisis difokuskan pada pekerjaan dinding melalui penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), kemudian dilakukan perbandingan biaya material, biaya tenaga kerja, biaya total, serta efisiensi pada masing-masing metode.Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ferosemen membutuhkan volume mortar sebesar 1,37 m³ dengan kebutuhan utama berupa semen, pasir, dan wiremesh, sedangkan metode bata ringan AAC menggunakan pasangan bata ringan, mortar perekat, dan pekerjaan plesteran. Berdasarkan hasil perhitungan RAB, total biaya pekerjaan dinding menggunakan metode ferosemen lebih rendah dibandingkan dengan metode bata ringan AAC, sehingga menghasilkan penghematan biaya yang signifikan. Selain lebih ekonomis, metode ferosemen juga memiliki keunggulan berupa bobot konstruksi yang lebih ringan serta penggunaan material yang lebih efisien. Dengan demikian, metode ferosemen dapat direkomendasikan sebagai alternatif konstruksi dinding rumah tipe 50 yang ekonomis dan layak diterapkan di Kabupaten Kediri

Referensi

Hilda Rahsa Pramesti-Budi Priyanto. (2023). Analisa Produktivitas Tenaga Kerja dan Harga Satuan Pekerjaan Pada Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Ringan. 7(1).

Rafiza, A. R., Fazlizan, A., Thongtha, A., & Asim, N. (2022). The Physical and Mechanical Properties of Autoclaved Aerated Concrete ( AAC ) with Recycled AAC as a Partial Replacement for Sand.

Rahmawan, F. A., & Cahyani, K. N. (2025). Kajian Biaya Dak Hebel Dengan Perkuatan Besi Siku. 5(9), 3702–3710.

Widyasanti, A. A. (2024). KONSTRUKSI DALAM ANGKA CONSTRUCTION IN FIGURES 2024.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-17

Cara Mengutip

M. Asrin, M., Ervadius, B., & Sa'idah, N. (2026). Analisis Perbandingan Biaya Metode Ferosemen dan Bata Ringan Tipe Autoclaved Aerated Concrete (AAC) pada Konstruksi Rumah Tipe 50 di Kabupaten Kediri. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 8(02), 381–410. https://doi.org/10.53863/kst.v8i02.2366

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.