Evaluasi Jaringan Sistem Pipa Gua Pulejajar Menggunakan EPANET 2.2: Solusi Irigasi Berkelanjutan di Kawasan Karst Gunungkidul
DOI:
https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.2243Kata Kunci:
EPANET 2.2, Jaringan Distribusi Air, Irigasi, Kawasan Karst, Optimasi Pipa.Abstrak
Kawasan karst Gunungkidul memiliki karakteristik geologi yang menyebabkan air hujan cepat meresap ke dalam tanah sehingga ketersediaan air permukaan menjadi terbatas. Gua Pulejajar di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu sumber air bawah tanah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas 200 hektar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja hidrolis jaringan distribusi air Gua Pulejajar serta menentukan dimensi pipa yang optimal menggunakan aplikasi EPANET 2.2. Data yang digunakan meliputi peta jaringan distribusi eksisting, data dimensi dan karakteristik pipa HDPE, data elevasi, serta kebutuhan air irigasi sebesar 1,45 liter/detik/hektar. Analisis dilakukan melalui simulasi jaringan distribusi untuk mengetahui debit, kecepatan aliran, tekanan, dan kebutuhan optimasi jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total ketersediaan air dari Gua Pulejajar mencapai 2.738,98 liter/detik, sedangkan kebutuhan air irigasi sebesar 1.031,95 liter/detik, sehingga terdapat surplus air sebesar 1.707,03 liter/detik atau 165,41% dari kebutuhan. Meskipun demikian, evaluasi jaringan eksisting menunjukkan adanya beberapa ruas pipa yang tidak memenuhi kriteria hidrolis pipa HDPE. Pada Pipa Puncung 1, kecepatan aliran mencapai 9,03 m/detik, melebihi batas maksimum yang direkomendasikan yaitu 3,0 m/detik. Melalui optimasi dimensi pipa, diameter Pipa Puncung 1 ditingkatkan dari 90 mm menjadi 200 mm sehingga kecepatan aliran menurun menjadi 1,83 m/detik dan memenuhi standar yang dipersyaratkan. Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa penyesuaian diameter pada beberapa ruas pipa lainnya mampu meningkatkan efisiensi distribusi air dan mengurangi risiko kerusakan infrastruktur. Dengan demikian, EPANET 2.2 terbukti efektif sebagai alat evaluasi dan perencanaan jaringan distribusi air untuk mendukung keberlanjutan sistem irigasi di kawasan karst Gunungkidul
Referensi
Addien, K. F., & Hendrasari, R. S. (2024). Analisis Sistem Distribusi Air dari Mata Air di Dusun Kawedan dengan Software EPANET 2.2. STORAGE - Jurnal Ilmiah Teknik Dan Ilmu Komputer, 3(3), 167–176.
Dwiwana, L., Nurhayati, & umar. (19 C.E.). ANALISA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI TERDU. JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, Dan Tambang, 6(1), 215–223.
Nugroho, J., Zid, M., & Miarsyah, M. (2020). Potensi Sumber Air dan Kearifan Masyarakat dalam Menghadapi Risiko Kekeringan di Wilayah Karst (Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta). Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 4(1), 438–447. http://www.bkpsl.org/ojswp/index.php/jplbJPLB,4
Nugroho, S., Meicahayanti, I., & Nurdiana, J. (2018). Analisa Jaringan Perpipaan Distribusi Air Bersih Menggunakan EPANET 2.0 (Studi Kasus di Kelurahan Harapan Baru, Kota Samarinda). TEKNIK, 39(1), 62–66. https://doi.org/10.14710/teknik.v39n1.15192
Priyanto, A., Suripin, & Salamun. (2021). Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih PDAM Kota Salatiga.
Pusdik SDA dan Konstruksi. (2017). Modul Hidrologi, Kebutuhan dan Ketersediaan Air.
Rossman, L. A. (2000). Epanet 2 Users Manual Versi Bahasa Indonesia. In National Risk Management Research Laboratory (Number September).
Saridewi, R. N., Arifin, M., Budiyanto, M. A., & Panjalu, M. A. (2025). Analisis Kesetimbangan Air Irigasi di Daerah irigasi Duwet, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. CivETech, 7(1), 49–57. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/CivETech/issue/archive
Talanipa, R., Putri, T. S., Rustan, R., & Yulianti, A. T. (2022). Implementasi Aplikasi EPANET dalam Evaluasi Pipa Jaringan Distribusi Air Bersih PDAM Kolaka. Informatics Journal, 7(1), 46–58.
Widyastuti, M., Riyanto, I. A., Naufal, M., Ramadhan, F., & Rahmawati, N. (2019). Catchment Area Analysis of Guntur Karst Spring Gunung Kidul Regency, Java, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 256(1), 1–12. https://doi.org/10.1088/1755-1315/256/1/012008
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muchamad Arif Budiyanto, Ratih Nurmala Saridewi, Afnan Juli Arochma

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal















