Efektivitas Latihan Berbasis Sensor IMU dengan Umpan Balik Real-Time terhadap Peningkatan Akurasi, Kecepatan, dan Konsistensi Shooting Sepak Bola pada Mahasiswa PJOK
DOI:
https://doi.org/10.53863/kst.v7i01.2193Kata Kunci:
sensor IMU, umpan balik real-time, shooting sepak bola, mahasiswa PJOK, teknologi LatihanAbstrak
Kemampuan shooting merupakan keterampilan fundamental dalam sepak bola yang menentukan produktivitas mencetak gol. Namun, metode latihan konvensional masih mengandalkan umpan balik subjektif dari pelatih tanpa data objektif yang terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan berbasis sensor Inertial Measurement Unit (IMU) dengan umpan balik real-time terhadap peningkatan akurasi, kecepatan, dan konsistensi shooting sepak bola pada mahasiswa Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Metode penelitian menggunakan desain eksperimen pretest-posttest control group dengan melibatkan 48 mahasiswa PJOK yang dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen (n=24) dan kelompok kontrol (n=24). Kelompok eksperimen melakukan latihan shooting dengan bantuan sensor IMU yang terpasang pada kaki dan memberikan umpan balik visual melalui aplikasi smartphone, sedangkan kelompok kontrol melakukan latihan shooting konvensional tanpa teknologi. Program latihan dilaksanakan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Instrumen pengukuran meliputi Loughborough Soccer Shooting Test untuk akurasi, radar gun Stalker ATS II untuk kecepatan bola, rubrik observasi untuk teknik biomekanikal, dan coefficient of variation untuk konsistensi. Analisis data menggunakan Analysis of Covariance (ANCOVA) dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada akurasi shooting (19,7% vs 8,3%, p<0,001, η²=0,412), kecepatan bola (11,2% vs 4,8%, p<0,001, η²=0,385), kualitas teknik biomekanikal (23,1% vs 9,4%, p<0,001, η²=0,441), dan konsistensi performa dengan penurunan CV dari 14,2% menjadi 8,7% (p<0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah latihan berbasis sensor IMU dengan umpan balik real-time terbukti efektif meningkatkan seluruh aspek kemampuan shooting sepak bola pada mahasiswa PJOK dengan effect size kategori besar, sehingga dapat direkomendasikan sebagai metode latihan inovatif dalam pendidikan olahraga
Referensi
Ali, A., Williams, C., Hulse, M., Strudwick, A., Reddin, J., Howarth, L., Eldred, J., Hirst, M., & McGregor, S. (2007). Reliability and validity of two tests of soccer skill. Journal of Sports Sciences, 25(13), 1461-1470. https://doi.org/10.1080/02640410601150470
Bakhri, R. S., Nurjaman, D., Listiandi, A. D., Festiawan, R., & Ginanjar, D. A. (2022). Pemanfaatan aplikasi smartphone: Peningkatan hasil shooting peserta ekstrakurikuler sepakbola SMAN 1 Simpenan. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 14(1), 25-34.
Cahyono, R. D., & Syaukani, A. A. (2023). Perbedaan kemampuan shooting pemain depan, tengah, dan belakang pada tim sepakbola Liga 3 Persikama. Jurnal Porkes, 6(1), 89-101. https://doi.org/10.29408/porkes.v6i1.7654
Ericsson, K. A., Krampe, R. T., & Tesch-Römer, C. (1993). The role of deliberate practice in the acquisition of expert performance. Psychological Review, 100(3), 363-406. https://doi.org/10.1037/0033-295X.100.3.363
Fitts, P. M., & Posner, M. I. (1967). Human performance. Brooks/Cole Publishing.
Fortes, L. S., Gantois, P., Nakamura, F. Y., Lima-Junior, D., Fonseca, F. S., & Ferreira, M. E. C. (2021). Virtual reality promotes greater improvements than video-stimulation screen on perceptual-cognitive skills in young soccer athletes. Human Movement Science, 79, 102851. https://doi.org/10.1016/j.humov.2021.102851
Istofian, R. S., & Amiq, F. (2016). Metode drill untuk meningkatkan teknik menendang bola (shooting) dalam permainan sepakbola usia 13-14 tahun. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 1(1), 1-11.
Kellis, E., & Katis, A. (2007). Biomechanical characteristics and determinants of instep soccer kick. Journal of Sports Science and Medicine, 6(2), 154-165.
Lees, A., Asai, T., Andersen, T. B., Nunome, H., & Sterzing, T. (2010). The biomechanics of kicking in soccer: A review. Journal of Sports Sciences, 28(8), 805-817. https://doi.org/10.1080/02640414.2010.481305
Lintmeijer, L. L., Faber, G. S., Kruk, H. R., van Soest, A. J., & Hofmijster, M. J. (2019). An accurate estimate of the horizontal acceleration of a rower's centre of mass using inertial sensors: A validation. European Journal of Sport Science, 19(8), 1092-1100. https://doi.org/10.1080/17461391.2019.1579333
Risnanda, A., & Yusuf, U. (2020). Penerapan media video analisis gerak terhadap peningkatan keterampilan shooting pada pemain sepakbola. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 12(1), 15-24. https://doi.org/10.17509/jko-upi.v12i1.24007
Schmidt, R. A. (1975). A schema theory of discrete motor skill learning. Psychological Review, 82(4), 225-260. https://doi.org/10.1037/h0076770
Soltani, P., & Morice, A. H. P. (2020). Augmented reality tools for sports education and training. Computers & Education, 155, 103923. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2020.103923
Stoeve, M., Schuldhaus, D., Grill, E., Blanquart, A., & Eskofier, B. M. (2021). From the laboratory to the field: IMU-based shot and pass detection using deep learning. Sensors, 21(9), 3071. https://doi.org/10.3390/s21093071
Wang, X., Chen, Z., Liu, Y., & Li, W. (2025). Smart sensors, smarter players: The role of real-time monitoring in football training. PLOS ONE, 20(5), e0333884. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0333884
Yu, H. H., Chen, C. H., Huang, H. C., Chan, K. H., & Yang, W. W. (2022). Motion analysis of football kick based on an IMU sensor. Sensors, 22(16), 6244. https://doi.org/10.3390/s22166244
Liao, S., & Fu, C. (2025). The optimization of youth football training using deep learning and artificial intelligence. Scientific reports, 15(1), 8190. https://doi.org/10.1038/s41598-025-93159-2
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yogi Ferdy Irawan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal
















