Penerapan Biologi Etika dalam Proses Fermentasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Air Kelapa “Cocos nucifera”
DOI:
https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.1556Kata Kunci:
air kelapa, bioetika, fermentasi, keberlanjutan, POCAbstrak
Penerapan Biologi Etika dalam Proses Fermentasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Air Kelapa “Cocos nucifera”
Wiwik Romauli Nababan1*, Maya Febrina Sinaga1, Nella Juriska Raja GukGuk1, Nurbaity Situmorang1, Khairiza Lubis1
1Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara, Indonesia
penulis wikbaban1@gmail.com*
Received: 30/03/2026 Revised: 29/06/2026 Accepted: 30/06/2026
Copyright©2026 by authors. Authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume limbah air kelapa (Cocos nucifera) yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung nutrisi alami seperti gula, mineral, dan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai bahan pupuk organik cair (POC). Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan lingkungan berupa penumpukan limbah organik serta hilangnya potensi nilai ekonomi dari sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan biologi etika dalam proses fermentasi POC berbasis air kelapa serta dampaknya terhadap aspek lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan pertanian. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen melalui fermentasi anaerob dengan bantuan mikroorganisme Lactobacillus sp. dan Saccharomyces cerevisiae selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi perubahan pH dan aktivitas mikroba selama proses fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan pH secara bertahap yang mengindikasikan aktivitas fermentasi berjalan optimal dan terbentuknya asam organik yang mendukung ketersediaan unsur hara. Dari perspektif biologi etika, pemanfaatan air kelapa sebagai bahan POC memberikan dampak positif berupa pengurangan limbah organik, peningkatan nilai ekonomi limbah, serta dukungan terhadap pertanian berkelanjutan. Selain itu, proses ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lokal yang ramah lingkungan. Dengan demikian, POC berbasis air kelapa berpotensi menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan dalam sistem pertanian organik
Referensi
Ala, H. M. (2024). Pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga Kelurahan Liliba dalam pembuatan keripik tempe tapioka. Aktualisasi Support System, 29.
Aladin, A. (2020). Produksi virgin coconut oil (VCO) zero limbah.
Cahyani, R. I. (2023). Pengaruh variasi bahan sumbu dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa chinensis L.) dengan teknik hidroponik sistem wick (Disertasi doktoral, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Karomah, A. N. (2022). Pengaruh kombinasi pupuk organik cair (POC) limbah ampas tahu dan AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih (Allium sativum L.) varietas Tawangmangu dengan hidroponik sistem substrat (Disertasi doktoral, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Utomo, D. R. (2024). Pengaruh pemberian air leri dan berbagai jenis media tanam terhadap produksi microgreens tanaman sawi (Brassica juncea L.).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Wiwik Romauli Nababan, Maya Febrina Sinaga, Nella Juriska Raja GukGuk, Nurbaity Situmorang, Khairiza Lubis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal















