Survei Tingkat VO₂max Pada Siswa Kelas VIII Peserta Ekstrakurikuler Sepak Bola SMP Ar Raudloh Karangtanjung Kebumen

Penulis

  • Wahibul Hidayat Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Kebumen, Indonesia
  • Khafid Ikhram Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Kebumen, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53863/kst.v8i02.2428

Kata Kunci:

VO₂max, Bleep Test, Kebugaran Aerobik, Ekstrakurikuler Sepak Bola SMP

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pola penurunan stamina yang teramati pada peserta ekstrakurikuler sepak bola kelas VIII SMP Ar Raudloh Karangtanjung Kebumen, terutama pada paruh kedua pertandingan, namun belum pernah didukung oleh data pengukuran yang objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat VO₂max siswa berdasarkan hasil Bleep Test dan mendeskripsikan sebaran kategori kebugaran aerobiknya berdasarkan norma VO₂max yang berlaku. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas VIII peserta ekstrakurikuler sepak bola SMP Ar Raudloh Karangtanjung Kebumen yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui Bleep Test (Multistage Fitness Test) yang dilaksanakan di lapangan sepak bola sekolah pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Hasil tes dikonversi menjadi nilai VO₂max dalam satuan ml/kg/menit menggunakan tabel konversi baku, kemudian dikategorikan berdasarkan norma Cooper untuk laki-laki usia 13–19 tahun. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat VO₂max siswa berada pada rentang 33,5 hingga 47,9 ml/kg/menit dengan nilai rata-rata 40,43 ml/kg/menit, yang termasuk dalam kategori Cukup berdasarkan norma Cooper. Sebaran kategori kebugaran aerobik siswa adalah: Cukup sebanyak 8 siswa (44,44%), Kurang 5 siswa (27,78%), Baik 3 siswa (16,67%), Sangat Kurang 2 siswa (11,11%), serta tidak ada siswa yang masuk kategori Sangat Baik maupun Atlet (0,00%). Secara keseluruhan, 83,33% siswa berada pada kategori di bawah Baik, yang mengindikasikan bahwa kapasitas daya tahan kardiorespirasi mayoritas siswa masih belum optimal untuk mendukung performa sepak bola yang ideal dan kompetitif. Temuan ini menegaskan perlunya evaluasi dan peningkatan kualitas program latihan daya tahan aerobik dalam kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di SMP Ar Raudloh, Karangtanjung, Kebumen

Referensi

Andriyanti, F. S., & Kurniawan, W. R. (2024). Profil tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler sepak bola putri sekolah dasar di Kabupaten Kudus. Indonesian Journal for Physical Education and Sport, 5(1), 81–88. https://journal.unnes.ac.id/journals/inapes/article/view/1726

Cooper, K. H. (1982). The aerobics program for total well-being: Exercise, diet, emotional balance. New York: Bantam Books.

Corbin, C. B., Welk, G. J., Corbin, W. R., & Welk, K. A. (2014). Concepts of physical fitness: Active lifestyles for wellness (17th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Firjatulloh, A. G., Priyono, D., Siswoyo, J., & Tarigan, H. (2025). Tingkat kemampuan (VO2max) pada siswa ekstrakurikuler bola basket se-SMA Negeri Kota Metro. Jurnal Ilmiah Penjas (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran), 11(1). https://doi.org/10.36728/jip.v11i1.3953

Ilham, I. (2025). Wawancara mengenai kondisi fisik peserta ekstrakurikuler sepak bola SMP Ar Raudloh Karangtanjung. Wawancara pribadi, 15 September 2025. Pembina Ekstrakurikuler Sepak Bola SMP Ar Raudloh Karangtanjung, Kebumen.

Khoir, A. F. (2025). Wawancara mengenai pentingnya peningkatan kebugaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler sepak bola. Wawancara pribadi, 18 September 2025. Kepala SMP Ar Raudloh Karangtanjung, Kebumen.

Leger, L. A., & Lambert, J. (1982). A maximal multistage 20-m shuttle run test to predict VO2max. European Journal of Applied Physiology and Occupational Physiology, 49(1), 1–12. http://dx.doi.org/10.1007/BF00428958

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. (2014). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ramadhan, M. R. A., Rusli, & Mappanyukki, A. A. (2023). Survei tingkat kemampuan VO2max pada atlet sepak bola di LSS (Luwu Soccer School). Jurnal ILARA, 14(3). https://ojs.unm.ac.id/ilara/article/view/46357

Rohmah, N. M., & Hamdani. (2022). Survei kebugaran jasmani menggunakan tingkat VO2max pada peserta ekstrakurikuler pencak silat SMKN 1 Kediri pasca pandemi. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 10(1), 239–245. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/45805

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunarko, P. P., Harmono, S., & Nurkholis, M. (2022). Survei kondisi fisik siswa ekstrakurikuler sepak bola SMP Negeri 2 Gurah Kediri (Skripsi sarjana). Universitas Nusantara PGRI Kediri, Kediri.

Syahrir, A. A. (2019). Survei VO2max terhadap kegiatan ekstrakurikuler sepak bola pada siswa SMPN 14 Bulukumba (Skripsi sarjana). Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Makassar, Makassar.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-17

Cara Mengutip

Hidayat, W., & Ikhram, K. (2026). Survei Tingkat VO₂max Pada Siswa Kelas VIII Peserta Ekstrakurikuler Sepak Bola SMP Ar Raudloh Karangtanjung Kebumen. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 8(02), 421–434. https://doi.org/10.53863/kst.v8i02.2428

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.