Strategi Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir
DOI:
https://doi.org/10.53863/kst.v8i02.2392Kata Kunci:
Kinerja penyuluh, penyuluhan pertanian, SWOTAbstrak
Perubahan kebijakan pengelolaan penyuluh pertanian dari pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian menuntut peningkatan kapasitas dan efektivitas penyelenggaraan penyuluhan. Penelitian ini memberikan perspektif baru bagi penyuluhan pertanian pasca-transisi dan implikasinya terhadap peningkatan kinerja penyuluh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja penyuluh pertanian serta merumuskan strategi peningkatan kinerja penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 dengan responden seluruh penyuluh pertanian yang bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tembilahan sebanyak 7 orang, dan 1 orang Ketua Tim Kerja Kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi internal Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tembilahan berada pada kategori kuat dengan skor IFAS sebesar 3,55, sedangkan kondisi eksternal berada pada kategori sedang dengan skor EFAS sebesar 2,20. Posisi strategi berada pada kuadran I yang menunjukkan bahwa organisasi memiliki kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang tersedia. Strategi prioritas yang direkomendasikan adalah mengoptimalkan program penyuluhan berbasis kebutuhan petani, meningkatkan kompetensi penyuluh melalui kegiatan Training of Trainer (TOT), memperkuat hubungan kemitraan dengan petani, serta meningkatkan motivasi kerja melalui pemberian insentif dan penghargaan
Referensi
Bahua, M. I., Jahi, A., Asngari, P. S., Saleh, A., & Purnaba, I. G. P. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dan dampaknya pada perilaku petani jagung di Provinsi Gorontalo. Jurnal Ilmiah Agropolitan, 3(1), 293-303.
David, F. R. 2017. Manajemen Strategik: Suatu Pendekatan Keunggulan Bersaing. Jakarta: Salemba Empat.
Dewi, Y. A., Bahru, B. A., & Zeller, M. (2024). Performance of Agricultural Extension Agents in Indonesia: Evidence from a Nationally Representative Survey. Journal of Agricultural Education and Extension, 31(4), 527–553.
Falo, M., Matoneng, O. W., & Tabenu, O. (2025). Performance of Agricultural Extension Workers: The Impact of Internal and External Factors. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 14(4), 1465–1475.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2026. Surat Edaran Nomor 1522/SE/KP.340/A/03/2026 tentang Perubahan Pengelolaan Kinerja dan Kehadiran Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Penyuluh Pertanian yang Telah Dialihkan dari Pemerintah Daerah ke Kementerian Pertanian. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Latif, A., Ilsan, M., & Rosada, I. (2022). Hubungan Peran Penyuluh Pertanian terhadap Produktivitas Petani Padi. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 5 (1), 11.
Rangkuti, F. 2016. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Refiswal., Iskandarini., Tavi Supriana. (2017). Strategi Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Langkat. Sumatera Utara.
Yatminiwati, M., & Ermawati, E. (2021). Analisis SWOT dalam menentukan strategi pemasaran dalam upaya meningkatkan penjualan produk. JUMPA Jurnal Manajemen Dan Penelitian Akuntansi, 14(2), 105-114.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Indah Chairunnisa, Partini Partini, Yuslizar Yuslizar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal















