Analisis Statistik Curah Hujan Terhadap Suhu dan Kelembapan di Provinsi Banten Tahun 2016-2024
DOI:
https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.2276Kata Kunci:
curah hujan, suhu udara, kelembapan, analisisAbstrak
Curah hujan merupakan salah satu unsur iklim yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama suhu udara dan kelembapan. Provinsi Banten sebagai wilayah dengan kondisi geografis yang beragam memiliki karakteristik curah hujan yang bervariasi antar wilayah, sehingga diperlukan analisis yang lebih komprehensif untuk memahami pola hubungan antar variabel iklim tersebut. Novelty penelitian ini terletak pada penggunaan kombinasi tiga pendekatan analisis statistik secara simultan, yaitu analisis deskriptif, regresi berganda, dan analisis deret waktu pada empat stasiun BMKG di Provinsi Banten (2016–2024), yang belum banyak dilakukan secara terintegrasi pada penelitian sebelumnya. Data penelitian diperoleh dari empat stasiun BMKG, yaitu Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, Stasiun Meteorologi Serang, Stasiun Meteorologi Curug, dan Stasiun Geofisika Tangerang melalui Badan Pusat Statistik. Hasil analisis deskriptif menunjukkan variasi kondisi iklim antarstasiun dengan rata-rata suhu udara 27,04°C–28,76°C, kelembapan 77,50%–82,73%, dan curah hujan 115,51–194,87 mm/tahun. Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa pengaruh suhu udara dan kelembapan terhadap curah hujan berada pada kategori lemah hingga sedang dengan koefisien determinasi 11,46%–54,61%. Analisis deret waktu menunjukkan bahwa pola prediksi memiliki kemiripan dengan data aktual, dengan tingkat kesesuaian tertinggi pada Stasiun Meteorologi Curug. Secara keseluruhan, temuan utama penelitian menunjukkan bahwa kelembapan memiliki kontribusi relatif lebih stabil dibandingkan suhu udara dalam memengaruhi variasi curah hujan, namun hubungan keduanya tetap bersifat kompleks dan tidak berdiri sendiri karena dipengaruhi oleh faktor iklim lain. Oleh karena itu, pendekatan multi-stasiun dan multi-metode statistik terbukti lebih efektif dalam menggambarkan dinamika curah hujan di wilayah dengan kondisi geografis heterogen seperti Provinsi Banten.
Referensi
Al Azkia, M. W., Hitayuwana, N., Khusna, Z. A., & Widodo, E. (2019). Analisis temperature dan kelembapan terhadap curah hujan di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prosiding KNPMP IV. https://proceedings.ums.ac.id/index.php/knpmp/article/view/2014
Ardesfira, G., Zedha, H. F., Fazana, I., Rahmadhiyanti, J., Rahima, S., & Anwar, S. (2022). Peramalan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika dengan menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Jambura Journal of Probability and Statistics, 3(2). https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jps/article/download/15469/5424
Asdak, C. (2007). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Gadjah Mada University Press.
Handoko. (2003). Pengantar unsur-unsur cuaca di pertanian. PT Dunia Pustaka Jaya.
Handoko. (2015). Klimatologi dasar (Edisi Revisi). Fakultas Pertanian IPB.
Lakitan, B. (2002). Dasar-dasar klimatologi. PT RajaGrafindo Persada.
Prawirowardoyo, S. (1996). Meteorologi. ITB Press.
Rahmabudhi, S. (2024). Analisis hubungan suhu udara di Provinsi Banten terhadap parameter kelembapan udara, curah hujan, ENSO, SOI, dan IOD. Buletin Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, 4(1), 37–47. https://www.balai2bmkg.id/index.php/buletin_mkg/article/view/107
Rahmawati, R., Sari, D. E., Rahma, A. N., & Soleh, M. (2021). Prediksi curah hujan di PPKS Bukit Sentang dengan menggunakan fuzzy time series Ruey Chyn Tsaur. Jurnal Matematika Integratif, 17(1), 51–61. https://jurnal.unpad.ac.id/jmi/article/view/32820
Soewarno. (2000). Hidrologi: Operasional Jilid 1. Penerbit Nova.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tjasjono, B. (2013). Klimatologi. ITB Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rakha Mahardika Yudana, Tubagus Hafid, Angga Sutja Putra

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal















