Potensi SIRIPLUS sebagai Balutan Luka Biodegradabel Berbasis Pati Singkong dan Ekstrak Sirih Merah (Piper crocatum): Systematic Literature Review

Penulis

  • Mangde Anata Sindhu Universitas Warmadewa, Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.2222

Kata Kunci:

SIRIPLUS; pati singkong; Piper crocatum; balutan luka; biodegradabel; penyembuhan luka

Abstrak

Luka kronis, khususnya ulkus diabetikum, merupakan salah satu tantangan medis global yang paling signifikan karena tingkat kekambuhan yang tinggi dan biaya perawatan yang besar. Pengembangan balutan luka modern yang bersifat biodegradabel, biokompatibel, dan memiliki aktivitas terapeutik aktif menjadi fokus utama dalam riset biomedis kontemporer. Laporan ini mengevaluasi potensi SIRIPLUS, sebuah inovasi balutan luka yang mengintegrasikan pati singkong (Manihot esculenta) sebagai matriks polimer alami dan ekstrak sirih merah (Piper crocatum) sebagai agen aktif farmakologis. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada protokol PRISMA, analisis dilakukan terhadap efikasi kombinasi kedua bahan tersebut dalam hal aktivitas antioksidan, antibakteri, karakteristik mekanik, serta kemampuan biodegradasi. Sintesis data menunjukkan bahwa ekstrak Piper crocatum mengandung metabolit sekunder kunci seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang mampu meregulasi jalur protein p53, E-cadherin, dan SOD1 untuk mempercepat re-epitelisasi dan deposisi kolagen. Pati singkong, sebagai matriks, menawarkan fleksibilitas dan kemampuan pembentukan film yang dapat dioptimalkan melalui penambahan plastisiser seperti gliserol untuk mencapai kuat tarik hingga 27 MPa dan laju transmisi uap air (WVTR) yang ideal untuk penyembuhan luka lembap. Studi ini menyimpulkan bahwa SIRIPLUS memiliki potensi besar sebagai balutan luka modern yang efektif secara klinis dan berkelanjutan secara lingkungan

Referensi

Azrianti, M. (2021). Pemberian penggunaan air rebusan daun sirih merah terhadap waktu penyembuhan luka perineum derajat I dan II. Jurnal Kesehatan Banudi.

Delavari, M. M., Ocampo, I., & Stiharu, I. (2023). Optimizing biodegradable starch-based composite films formulation for wound-dressing applications. Saudi Journal of Biological Sciences.

Demeter, M., Scarisoreanu, A., & Calina, I. C. (2026). WVTR of hydrogel wound dressings. Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry.

EAJSTI. (2022). Biodegradability cumulative weight loss of starch films following soil burial test. East African Journal of Science, Technology and Innovation.

Fadhallah, et al. (2024). Physicomechanical properties of bioplastics from kappa-carrageenan and cassava peel starch. Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 28(2).

Iacovone, C., Guz, L., & Famá, L. (2024). Sustainable innovations in food packaging: Antioxidant basil-enriched cassava starch films with UV protection and enhanced water and mechanical resistance. Food Packaging and Shelf Life, 45.

Januarti, I. B., Wijayanti, R., Wahyuningsih, S., & Nisa, Z. (2019). Potensi ekstrak terpurifikasi daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) sebagai antioksidan dan antibakteri. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 4(2), 60–67.

Kurnia, D., et al. (2024). Efektivitas sediaan patch ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) sebagai penyembuhan luka bakar derajat II secara in vivo. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS) Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 9(1), 187–197.

Masahid, A. D., et al. (2023). Karakteristik fisik dan mekanik plastik biodegradable berbasis pati singkong dengan penambahan whey keju dan plastisiser gliserol. Jurnal Teknologi Pertanian, 24(1), 23–34.

Maulida, Siagian, M., & Tarigan, P. (2016). Production of starch based bioplastic from cassava peel reinforced with microcrystalline cellulose Avicel PH101 using sorbitol as plasticizer. Journal of Physics: Conference Series, 710(1).

Mutiara, et al. (2021). Pemberian penggunaan air rebusan daun sirih merah terhadap waktu penyembuhan luka perineum derajat I dan II di Klinik Aster Kabupaten Karawang. Jurnal Kesehatan Banudi.

Pratiwi, N. A. (2018). Efek ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) sebagai antimikroba terhadap Pseudomonas aeruginosa secara in vitro.

Rahmah, N. N., Bahar, M., Fauziah, C., & Pramesyanti, A. (2023). Ekstrak daun sirih merah (Piper ornatum) berpotensi untuk mengurangi pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa secara in vitro. Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity, 7(1), 46–50.

Rahmiatiningrum, et al. (2019). The solubility, tensile strength, elongation, and WVTR of edible film. Japan Standards Association.

Septiani, L. E., Atmodjo, P. K., & Sidharta, B. B. R. (2023). Kandungan metabolit dan aktivitas antibakteri minyak atsiri daun sirih hijau dan sirih merah terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. SENAPAS.

Setyawati, A., Wahyuningsih, M. S. H., Nugrahaningsih, D. A. A., Effendy, C., Fneish, F., & Fortwengel, G. (2021). Piper crocatum Ruiz & Pav. ameliorates wound healing through p53, E-cadherin and SOD1. Saudi Journal of Biological Sciences, 28(7), 3936–3943.

Siska, S., Budiyanto, A., & Hardia, L. (2025). Efektivitas antibakteri gel hand sanitizer berbasis ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) terhadap Escherichia coli. Jurnal Promotif Preventif, 8(3), 568–576.

Syuhada, M. (2019). Pengaruh penambahan pati kulit singkong terhadap biodegradasi bioplastik berbasis kitosan pada media tanah dan air sungai.

Widyaningrum, et al. (2020). Karakteristik sifat mekanik bioplastik pati singkong/PVA dengan penambahan pulp tandan kosong kelapa sawit dan asam sitrat teraktivasi. Jurnal Kimia dan Kemasan, 42(2), 46.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-10

Cara Mengutip

Sindhu, M. A. (2026). Potensi SIRIPLUS sebagai Balutan Luka Biodegradabel Berbasis Pati Singkong dan Ekstrak Sirih Merah (Piper crocatum): Systematic Literature Review. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 8(01), 178–187. https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.2222