Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Daun Angsana (Pterocarpus Indicus) Dengan Konsentrasi 5% dan 10% terhadap Bakteri Shigella Dysenteriae

Penulis

  • Wulan Pratiwi Politeknik Kesehatan Borneo Cita Medika, Pelaihari, Indonesia
  • Putri Nur Riani Politeknik Kesehatan Borneo Cita Medika, Pelaihari, Indonesia
  • Melly Annisa Putri Politeknik Kesehatan Borneo Cita Medika, Pelaihari, Indonesia
  • Nazwa Vidya Malik Politeknik Unggulan Kalimantan, Banjarmasin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.2175

Kata Kunci:

Diare, Angsana (Pterocarpus indicus), Shigella dysentriae

Abstrak

Diare merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan peningkatan frekuensi dan perubahan konsistensi tinja, yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun parasit, serta dipengaruhi oleh faktor sanitasi dan kebersihan lingkungan yang kurang memadai. Salah satu bakteri patogen yang berperan penting dalam kejadian diare, terutama disentri basiler, adalah Shigella dysenteriae. Tingginya insidensi diare mendorong pengembangan alternatif terapi berbasis bahan alam, di antaranya daun angsana (Pterocarpus indicus) yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun angsana terhadap pertumbuhan Shigella dysenteriae pada konsentrasi 5% dan 10%. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pendekatan posttest only control group design. Sampel penelitian dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan, masing-masing dengan empat kali pengulangan. Ekstrak daun angsana diperoleh melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi cakram. Seluruh perlakuan diinkubasi selama 24 jam untuk mengamati pembentukan zona hambat sebagai indikator aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pada kelompok kontrol negatif maupun pada kelompok perlakuan dengan ekstrak daun angsana konsentrasi 5% dan 10% tidak terbentuk zona hambat. Temuan ini mengindikasikan tidak adanya aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae pada konsentrasi yang diuji. Uji normalitas data menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi secara normal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun angsana (Pterocarpus indicus) pada konsentrasi 5% dan 10% belum menunjukkan efektivitas sebagai agen antibakteri terhadap Shigella dysenteriae. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan penggunaan konsentrasi yang lebih tinggi atau metode ekstraksi yang berbeda direkomendasikan untuk memperoleh potensi aktivitas antibakteri yang lebih optimal.

Referensi

Alfath, C. R. et al. (2013). Anti Bakterial Mempengaruhi Dari Granati Buah Korteks Ekstrak Pada Streptococcus Mutans In Vitro, 20(1), pp. 5–8.

Hartati, S., & Nurazila, N. (2018). ‘Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru’. Jurnal Endurance, 3(2), 400. https://doi.org/10.22216/jen.v3i2.2962

Jawetz, M., dan Adelberg’s. (2005). Mikrobiologi kedokteran. (Buku 2). Penerjemah: N. Widorini. Penerbit Salemba Medika : Jakarta

Katzung, Bertram G., 2001, Basic and Clinical Pharmacology Second Edition, Lange Medical Publications, USA

Maywati, S., Gustaman, R. A., & Riyanti, R. (2023). Sanitasi lingkungan sebagai determinan kejadian penyakit diare pada balita di Puskesmas Bantar Kota Tasikmalaya. Gorontalo Journal Health and Science Community (GOJHES), 7(2), 112–120. https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/GOJHES/article/view/1711

Nelly Suryani, Vivi Anggia, and Nia Fachrunisa. Uji Aktivitas Antibakteri Gel Ekstrak Etanol Daun Angsana (Pterocarpus Indicus Willd.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus. Jurnal Insan Farmasi Indonesia 3.1 (2020): 124-131.

Rahman, I. W., RN, R. N. F., Ka’bah, Kristiana, H. N., & Dirga, A. (2022). Potensi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) dalam Menghambat Pertumbuhan Serratia marcescens. Jurnal Ilmu Alam Dan Lingkungan, 13(1), 14–22.

Rahmah, Firmawati, E., & Dwi Lestari, N., (2016), Penatalaksanaan Diare Berbasis Komunitas dengan Pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit di Kecamatan Ngampilan, Jurnal Inovasi Dan Penerapan Ipteks, 4(2), 106–111.

Selviana, Trisnawati, E., & Munawarah, S., (2017), Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 4-6 Tahun, Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(1), 28–34.

Sherwood L. Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. Ed 6. Jakarta; Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2011. Hal 230-243.

Zeniusa, P., Ramadhian, M. R., Nasution, S.H., dan Karima, N., 2019. ‚’’Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Teh Hijau Terhadap Escherichia coli Secara In Vitro’’. Medical Journal of Lampung University. 8(2): 136-148.

Zahro L dan Agustini R. 2013. “Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kasar Saponin Jamur Tiram Putih”. UNESA Journal of Chemistry. Vol. 2. No.3.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-26

Cara Mengutip

Pratiwi, W., Riani, P. N., Putri, M. A., & Malik, N. V. (2026). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Daun Angsana (Pterocarpus Indicus) Dengan Konsentrasi 5% dan 10% terhadap Bakteri Shigella Dysenteriae. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 8(01), 151–162. https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.2175