Studi Perbandingan Perilaku Balok Beton Tulangan Baja Konvensional dan Balok Beton Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer

Penulis

  • Kharisma Dwi Ramadhani Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia
  • Annisa Rahma Sabrina Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia
  • M. Vicky Restu Bachtiar Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia
  • Aviv Setiawan Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia
  • Endah Kanti Pangestuti Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia
  • Nurti Kusuma Anggraini Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.2107

Kata Kunci:

Beton Bertulang, GFRP, Kuat Lentur, Lendutan, Pola Retak

Abstrak

Beton bertulang umumnya menggunakan tulangan baja konvensional yang memiliki kuat tarik dan daktilitas yang baik, namun rentan terhadap korosi serta memiliki bobot yang relatif besar. Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) merupakan material alternatif tulangan yang memiliki kuat tarik tinggi, ringan, dan tahan terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perilaku lentur balok beton bertulang menggunakan tulangan baja konvensional dan tulangan GFRP ditinjau dari kapasitas lentur maksimum, hubungan beban–lendutan, serta pola retakan yang terjadi. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan metode two point loading. Benda uji berupa balok beton berukuran 150 × 150 × 600 mm dengan variasi jenis tulangan (baja dan GFRP) serta diameter tulangan lentur 6 mm dan 8 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa balok beton bertulangan GFRP memiliki kapasitas beban lentur maksimum yang lebih tinggi dibandingkan balok bertulangan baja konvensional, dengan peningkatan sebesar 44,53% pada diameter 6 mm dan 15,65% pada diameter 8 mm. Selain itu, balok bertulangan GFRP menunjukkan lendutan yang lebih besar, menandakan fleksibilitas yang lebih tinggi. Pola retakan pada balok bertulangan GFRP lebih banyak dan menyebar, dengan kecenderungan keruntuhan geser, sedangkan balok bertulangan baja menunjukkan pola retak lentur yang lebih terkontrol. Berdasarkan hasil penelitian, tulangan GFRP berpotensi digunakan sebagai alternatif tulangan baja, khususnya pada struktur yang membutuhkan ketahanan korosi dan rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi, dengan tetap mempertimbangkan aspek keruntuhan geser dalam perencanaannya

Referensi

Abdelkarim, O. I., Ahmed, E. A., Mohamed, H. M., & Benmokrane, B. (2019). Flexural strength and serviceability evaluation of concrete beams reinforced with deformed GFRP bars. Engineering Structures, 186(December 2018), 282–296. https://doi.org/10.1016/j.engstruct.2019.02.024

Asroni, A. (2017). Teori dan Desain Balok Plat Beton Bertulang Berdasarkan SNI 2847-2013. Muhammadiyah University Press.

Elbawab, Y., Elbawab, Y., Zoughby, Z. El, & Elkadi, O. (2025). Flexural Testing of Steel- , GFRP- , BFRP- , and Hybrid Reinforced Beams. MDPI (Multidisciplinary Digital Publishing Institute).

Kosakoy, M. N. M., Wallah, S. E., & Pandaleke, R. (2017). Perbandingan nilai kuat tarik langsung dan tidak langsung pada beton yang menggunakan fly ash. 5(7), 383–392.

Kuria. (n.d.). Mengenal Kuria Bar, GFRP Rebar Inovasi Pengganti Besi Beton.

Mohammed, A. D., & Salih, O. A. (2025). AN EXPERIMENTAL STUDY ON REINFORCED CONCRETE BEAMS WITH GFRP AND ORDINARY STEEL BARS ’ FLEXURAL STRENGTH PROPERTIES. 21(1), 282–298. https://doi.org/10.2478/cee-2025-0022

Pilakoutas, K., Neoclous, K., & Guadginini, M. (2002). Design Philosophy Issues of FRP RC Structures. Journal of Composites for Construction, 6, 154–161.

Putra, M. Z. W. (2024). Dampak Buruk Overthinking Bagi Para Remaja. Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies, 3(1), 29–38. https://doi.org/10.56672/alwasathiyah.v3i1.147

Soegiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

Sofwatillah. (2024). TEHNIK ANALISIS DATA KUANTITATIF DAN KUALITATIF DALAM PENELITIAN ILMIAH. 15(2), 79–91.

Teng, J. G., Chen, J. F., Smith, S. ., & Lam, L. (2002). FRP Strengthened RC Structures.

Badan Standarisasi Nasional. (2021). SNI 8972:2021 : Metode Uji Komposit Serat Berpolimer Sebagai Penulangan Atau Perkuatan Struktur Beton Dan Masonri.

Kosakoy M. N. M., Wallah S. E., dan Pandaleke R. (2017). Perbandingan Nilai Kuat Tarik Langsung dan Tidak Langsung Pada Beton Yang Menggunakan Fly Ash. Jurnal Sipil Statik Vol. 5 No. 7 September 2017 (383-392). ISSN: 2337-6732. Fakultas Teknik Jurusan Sipil. Universitas Sam Ratulangi Manado.

Sofwatillah, Risnita, Jailani M. S., Saksitha D. A. (2024). Tehnik Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif Dalam Penelitian Ilmiah. Journal Genta Mulia Vol. 15 No. 2, 2024. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-23

Cara Mengutip

Ramadhani, K. D., Sabrina, A. R., Bachtiar, M. V. R., Setiawan, A., Pangestuti, E. K., & Anggraini, N. K. (2026). Studi Perbandingan Perilaku Balok Beton Tulangan Baja Konvensional dan Balok Beton Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 8(01), 25–40. https://doi.org/10.53863/kst.v8i01.2107

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.