Uji Organoleptik Yoghurt Susu Sapi yang Diberi Penambahan Tepung Ubi Ungu (Ipomoea batatas) dengan Kadar Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.53863/jspn.v6i01.1801Keywords:
organoleptic, milk, purple yam flour, yogurtAbstract
The growth of microorganisms causes spoiled milk. One of the milk processing technologies that are not easily damaged is the manufacture of yogurt by fermentation method. During the fermentation process, the use of starter lactic acid bacteria such as Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus and Streptococcus salivarius account for 10% of total milk. Meanwhile, natural additives used to increase the value of creativity is a natural dye from purple sweet potato flour. The purpose of making cow's milk yogurt can be an alternative to milk processing and physical quality assessment, the level of preference of panelists to yogurt with purple sweet potato flour. Manufacture of cow's milk yogurt plus purple sweet potato flour with a complete randomized design (RAL) of four treatments of five replications, namely concentrations of 0%, 8%, 10%, and 12%. The parameters in this study are color, texture, aroma, taste and overall acceptance. Based on the results of research, the highest average value of color is 12% 4.01, texture is 0% 3.06, aroma is 12% 2.62 and taste is 0% 2.68, while the highest average value of hedonic test is color is 12% 3.72, texture is 0% 3.24, aroma is 0% 3.02, taste is 0% 2.72 and overall acceptance is 0% 3.03. Organoleptic and hedonic tests covering texture, aroma, color, taste, and overall acceptance were significantly different, while the color was not significantly different. It was concluded that the addition of purple yam flour concentration can be used as an additional ingredient in yogurt processing, because it can improve physical characteristics
References
Armanzah, R. S., dan T. Y. Hendrawati. (2016). Pengaruh waktu maserasi zat antosianin sebagai pewarna alami dari ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). Prosiding Semnastek. 8 November 2016. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta: 2-10.
Astuty, E., Yunita, M., dan Fadhilah, A. N. (2021). Edukasi manfaat yoghurt sebagai salah satu probiotik dan metode pembuatan yoghurt sederhana. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 4(1): 129-136.
Candrasari, D. P., Purwantini, D., Susanto, A., Santosa, S. A., dan Hidayah, C. N. (2023). Sosialisasi pentingnya minum susu bagi manusia di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(1): 109-114.
Danah, I., Akhdiat, T., dan Sumarni, S. (2019). Lama penyimpanan pada suhu rendah terhadap jumlah bakteri dan pH susu hasil pasteurisasi dalam kemasan. Composite: Jurnal Ilmu Pertanian, 1(1): 49-54.
Devangga, F., Dwiloka, B., dan Nurwantoro, N. (2019). Optimasi persentase penggunaan tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) pada yoghurt berdasarkan parameter aktivitas antioksidan, derajat keasaman, viskositas dan mutu hedonik. Jurnal Teknologi Pangan, 3(1): 26-35.
El Husna, N., M. Novita., dan S. Rohaya. (2013). Kandungan antosianin dan aktivitas antioksidan ubi jalar ungu segar dan produk olahannya. Agritech, 33(3): 296-302.
Gionte, F., Limonu, M., dan Liputo, S. A. (2022). Karakteristik dan daya terima flakes berbahan dasar tepung ubi jalar ungu yang di formulasi dengan tepung bekatul. Jambura Journal of Food Technology, 4(1): 34-44.
Hasibuan, E. K., Sipayung, R. R., dan Etty, C. R. (2024). Optimalisasi pemahaman ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan melalui pendidikan kesehatan tentang susu formula di Klinik Pratama Paberna. Jurnal Abdimas Mutiara, 5(1): 240-247.
Hazlin, N., dan Harissatria, H. (2024). Pengaruh lama penyimpanan susu kambing dengan penambahan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius R) setelah pasteurisasi terhadap kualitas susu pada suhu ruang. Jurnal Peternakan Mahaputra, 4(2): 173-181.
Hendarto, D. R., Handayani, A. P., Esterelita, E., dan Handoko, Y. A. (2019). Mekanisme biokimiawi dan optimalisasi Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dalam pengolahan yoghurt yang berkualitas. J. Sains Dasar, 8(1): 13-19.
Hendarto, D. R., Handayani, A. P., Esterelita, E., dan Handoko, Y. A. (2019). Mekanisme biokimiawi dan optimalisasi Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dalam pengolahan yoghurt yang berkualitas. J. Sains Dasar, 8(1): 13-19.
Ibunda, M. R., Deria, A., Ratumape, A., dan Fevria, R. (2022). Pengaruh pemberian gula pada yoghurt (Lactobacillus bulgaricus) tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). In Prosiding Seminar Nasional Biologi 2(2) 453-459.
Iftita, M., Sahur, E. F., Silvira, S., Al Farizi, F., Nurhidayah, N., dan Samsinar, S. (2024). Mie ubi ungu sebagai peluang usaha kreativitas mahasiswa yang bernilai jual. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2): 1852-1856.
Irfan, I., Nurhayati, N., dan Asmawati, A. (2021). Kajian penambahan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas blackie) terhadap sifat kimia dan sensoris yoghurt susu kedelai. Pro Food, 7(2), 68-75.
Kumalasari, K. E. D., Legowo, A. M., dan Al-Baarri, A. N. (2013). Total bakteri asam laktat, kadar laktosa, pH, keasaman, kesukaan drink yoghurt dengan penambahan ekstrak buah kelengkeng. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 2 (4): 165-168.
Masriqah, N., Aslamyah, S. A., dan Zainuddin, Z. (2019). Retensi nutrien pakan pada berbagai dosis ubi jalar (Ipomea batatas) dalam pakan sebagai prebiotik bagi Lactobacillus sp. pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan, 6.
Mufid, A. A., Bachrul, A. S., Hidayat, T. R., dan Yoga, Y. (2021). Pengolahan susu sapi menjadi susu pasteurisasi untuk meningkatkan nilai susu dan daya jual. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 2(1): 75-79.
Putri, S. (2017). Kajian aktivitas indeks glikemik brownies kukus substitusi tepung ubi jalar termodifikasi. Jurnal Kesehatan, 8(1): 18-29.
Rahayu, P. P., dan Andriani, R. D. (2018). Mutu organoleptik dan total bakteri asam laktat yoghurt sari jagung dengan penambahan susu skim dan karagenan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak JITEK, 13(1): 38-45.
Rahmatunnisa, R., Indriatmoko, D. D., dan Stiani, S. N. (2022). Formulasi sediaan kosmetika perona mata dengan menggunakan ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) sebagai pewarna alami. Jurnal Medika dan Sains 2(1): 36-50.
Rizki, G. C., Nocianitri, K. A., dan Sugitha, I. M. (2019). Pengaruh penambahan tepung ubi jalar ungu (Ipomea batatas L. var. ayamurasaki) terhadap karakteristik Health-Promoting yoghurt. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan ITEPA, 8(4): 341.
Rohman, E., dan Maharani, S. (2020). Peranan warna, viskositas, dan sineresis terhadap produk yoghurt. Edufortech, 5(2): 108-117.
Sandy, I. Y., dan Nya, E. J. (2015). Development of probiotic yoghurt using microbial isolates from soymilk. Journal of Biopsticide and Agriculture, 1(7): 78–87.
Sarastani, D., Kusumanti, I., dan Indriastuti, C. E. (2023). Uji penerimaan konsumen terhadap mutu organoleptik petis ikan situbondo dengan metode uji kesukaan. bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 11(1): 32-45.
Sari, F. Y. K., Septiani, S., dan Melati, A. (2024). Karakteristik organoleptik dan kimia produk yoghurt sinbiotik dari umbi lokal. Jurnal Medika Indonesia, 5(1): 9-18.
Siswandi, W. V. T., Djarkasi, G. S. S., Ludong, M. M., Tuju, T. D., Taroreh, M. I., dan Nurali, E. J. (2023). Aktivitas antioksidan yoghurt sinbiotik berbasis daging kelapa muda (Cocos nucifera L.) dan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L). Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal), 14(1): 20-31.
Wibawa, N. N. H., Sucianto, B. S., dan Yuniati, Y. (2025). Karakterisasi kimia dan organoleptik mayones vegetarian berbasis kedelai (Glycine max) dan tepung ubi ungu (Ipomoea batatas L). Jurnal sains dan teknologi pangan, 10(1): 9-13.
Wulanningsih, U. A. (2022). Pelatihan pembuatan yoghurt susu sapi dengan metode sederhana menggunakan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 1(2): 31-36.
Zaddana, C., Almasyhuri, S. N., dan Oktaviyanti, T. (2021). Snack bar berbahan dasar ubi ungu dan kacang merah sebagai alternatif selingan untuk penderita diabetes. Amerta Nutrition, 5(3): 260-275.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Febrika Hidayati, Lilis Hartati, Sutarto Sutarto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal










