JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI http://jurnal.umnu.ac.id/index.php/kst <p>Jurnal KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI diterbitkan oleh Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama, sebagai media untuk menyalurkan pemahaman atau kelimuan tentang Penelitian Sains dan Teknologi. Meliputi: Pendidikan, Teknik, Pertanian Peternakan, dan MIPA. Sedangkan untuk terbitan Jurnal adalah Enam (6) bulanan.<br />Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, mahasiswa, praktisi dengan ketentuan penulisan sesuai dengan panduan dan ketentuan, Naskah yang masuk akan di evaluasi terlebih dahulu dan di sunting untuk keseragaman layout,istilah, dan tata cara lainnya.</p> en-US aerisanto@gmail.com (Ari Susanto) aerisanto@gmail.com (Ari susanto) Wed, 10 Nov 2021 12:28:59 +0000 OJS 3.2.0.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Mistisisme Sastra Lisan: Kearifan Lingkungan dalam Tradisi Cepetan Alas http://jurnal.umnu.ac.id/index.php/kst/article/view/215 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji tradisi kebudayaan sebagai aktivitas dan proses berpikir, bertindak dan bersikap secara arif dan bijaksana dalam mengamati, memanfaatkan dan mengolah alam sebagai suatu timbal balik antara manusia dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan aspek, bentuk harmonisasi masyarakat, dan nilai-nilai pendidikan dalam tradisi <em>Cepetan Alas</em> bagi warga Desa Karanggayam. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif kualitatif. Data utama yang digunakan meliputi hasil wawancara dengan narasumber tentang kesenian tradisi <em>Cepetan Alas. </em>Teknik analisis data menggunakan teknik analisis semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kesenian tradisi <em>Cepetan Alas </em>merupakan budaya turun-temurun dari leluhur terdahulu sehingga kemudian diwariskan kepada generasi penerus di Desa Karanggayam sebagai bagian dari tradisi. Kesenian ini sebagai wujud harmonisasi antara manusia, alam dan Tuhan tentang kearifan lingkungan yang berkembang baik di masyarakat lokal maupun nasional. Aspek sosial budaya dalam tradisi <em>Cepetan Alas</em> diantaranya masyarakat masih memercayai adanya makhluk gaib yang menghuni <em>alas</em> Curug Bandung dan tetap menjaga ritual adat dalam setiap pembukaan tradisi <em>Cepetan Alas</em>. Paguyuban Cinta Karya Budaya sebagai wadah bagi masyarakat Desa Karanggayam untuk tetap menjaga dan melestarikan keberadaan tradisi <em>Cepetan Alas</em> agar tidak tergempur oleh perkembangan budaya asing. Tradisi <em>Cepetan Alas </em>memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat menjadi teladan bagi generasi penerus yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Simpulan penelitian ini adalah, tradisi <em>Cepetan Alas </em>merupakan bentuk kebudayaan masyarakat yang hingga saat ini masih terjaga dan dilestarikan dalam sebuah paguyuban kesenian. Paguyuban Cinta Karya Budaya sebagai wadah masyarakat melanjutkan estafet regenerasi tradisi <em>Cepetan Alas </em>di Desa Karanggayam dengan tetap menjaga kearifan lingkungan yang melekat dalam kesenian tersebut.</p> <p>Kata Kunci: Folklor, <em>Cepetan Alas, </em>aspek sosial budaya, paguyuban cinta karya budaya, nilai pendidikan</p> <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>This study examines cultural traditions as activities and processes of thinking, acting and acting wisely and wisely in observing, utilizing and processing nature as a reciprocity between humans and the environment. The purpose of this study is to describe aspects, forms of community harmonization, and educational values ??in the Cepetan Alas tradition for residents of Karanggayam Village. This study uses a qualitative descriptive research model. The main data used include the results of interviews with informants about the traditional arts of Cepetan Alas. The data analysis technique used semiotic analysis technique. The results showed that the traditional art of Cepetan Alas was a hereditary culture from previous ancestors so that it was then passed on to the next generation in Karanggayam Village as part of the tradition. This art is a form of harmonization between humans, nature and God regarding environmental wisdom that develops both in local and national communities. Socio-cultural aspects in the Cepetan Alas tradition include the community still believing in the existence of supernatural beings that inhabit the Curug Bandung base and maintaining traditional rituals in every opening of the Cepetan Alas tradition. Paguyuban Cinta Karya Budaya as a forum for the people of Karanggayam Village to maintain and preserve the existence of the Cepetan Alas tradition so as not to be attacked by foreign cultural developments. The Cepetan Alas tradition has educational values ??that can serve as role models for future generations inherent in people's lives. The conclusion of this research is, the Cepetan Alas tradition is a form of community culture that is still maintained and preserved in an art community. Paguyuban Cinta Karya Budaya as a forum for the community to continue the regeneration relay of the Cepetan Alas tradition in Karanggayam Village while maintaining the environmental wisdom inherent in the art.</em></p> <p><em>Keywords: Folklore, Cepetan Alas, socio-cultural aspects, cinta karya budaya community, educational value</em></p> Onok Yayang Pamungkas,Aan Andyanto Copyright (c) 2021 http://jurnal.umnu.ac.id/index.php/KST http://jurnal.umnu.ac.id/index.php/kst/article/view/215 Wed, 10 Nov 2021 00:00:00 +0000